|
|
Saturday, July 30, 2005
Hi guys, gimana neh kabarnya yg lagi liburan? Hohoho...kalo anda membaca blog ini disaat liburan berarti anda adalah calon hantu_labor berikutnya. Btw gw dah lulus nih, sidang TA kemaren bener2 dahsyat, gw nya sih santai2 aja, tapi yg lain udah pada gosip kalo gw bakal jadi lulusan terbaik tahun ini, duuuuh..gimana dong *yg mo muntah silakan aja*. Trus kegiatan gw sekarang apa? ya gak ada, paling iseng2 coding aja, ato maksa2 nerobos masuk labor waktu ada kelas reguler *kayak sekarang*. Btw gw mo refreshing nih ke Jkt. *yg udah tau diem*. Tanggal 2 gw brangkat, insya Allah tgl 6 gw balik, bentar doang kok, gak usah kangen gitu, biasa aja (kyknya gw yg musti biasa aja). Btw buat yg punya lowongan kerjaan menarik *IT related* kasih tau gw yah, kyknya gw masih bingung nih mo kerja dimana. Yo wess, gitu aja dulu. Seperti biasa, masih komen.... Kalo masih ada yg malu2, boleh juga ke email gw linoxs@gmail.com

Wednesday, July 27, 2005
Hohohoo....sodara2, doain saya yah. Jam 2 siang nanti saya akan mempresentasikan tugas akhir. Mungkin inilah saat yg paling saya nanti dari dua tahun penantian yg panjang (huek..cuih). Ujian TA ini sebenarnya tidak begitu menghawatirkan saya, yg mengkhawatirkan saya justru hasilnya, nilainya *yeee...emang itu maksudnya*. Ya sudahlah, mudah2an lancar2 aja. Walopun badan lagi gak enak *semalem gak tidur coy*, tetap harus dijalanin juga. POKOKE USAHA AMPE POOLLLLL....baru pasrah, tul gak? Hohohooo... Yo Wess...doain yeee.....

Monday, July 25, 2005
Pembodohan Public, mungkin terdengar sok keren, sok mahasiswa, sok reformasi, dan entah sok sok apa lagi yang bakal terlintas di kepala kalian. Ups, sebelumnya saya ingin memberi tahu kalau artikel ini hanya (akan) nyambung dengan siswa Senior, tapi tetap tidak menutup akses terhadap siswa lain (ato manajemen) yg ingin membaca, silahkan saja. Cerita dimulai dari kepanikan siswa2 senior IK dalam mengerjakan TA mereka yg belum selesai. Dead Line menanti di hari esok (baca post sebelumnya), ada denda sebesar Rp.100.000,- bagi yg tidak sanggup menyelesaikan pada hari itu juga, sangat ketat kedengarannya. Saya juga termasuk didalam siswa2 tersebut, dan demi hitamnya seorang aidil, saya mampu menyelesaikan pada hari itu, mungkin karena desakan dead line yg membuat saya menjadi sangat produktif, ya tetap dengan sedikit kesalahan disana sini, tapi tetap selesai. Keributan terjadi ketika sebagian besar siswa *waktu itu sudah sore hari* merasa tidak sanggup menyelesaikan TA tepat pada waktunya, dan beberapa dari mereka ada yg menolak untuk membayar denda karena merasa dead line tersebut tidak manusiawi. Mereka pun melapor kepada pihak yang berwenang untuk menangani masalah tersebut (identitas dirahasiakan). Dan saya heran seheran herannya, kenapa? Pihak tersebut dengan mudahnya mengundur dead line pengumpulan TA, diundur hingga minggu depan *otomatis jadwal sidang diundur*. So jadilah diundur semua yg berhubungan dengan TA, jadi minggu berikutnya, tetap dengan ancaman denda bagi yg tidak sanggup menyelesaikan tepat waktu. Sampai beberapa hari kami semua sibuk berbondong-bondong, bergotong-royong dan bekerja sama menyelesaikan TA tersebut (saya gunakan kesempatan ini untuk merevisi TA saya). Pada waktu yg dijanjikan, tetap saja sebagian besar siswa tidak mampu menyelesaikan TA tersebut *what the f##k is going on?* Melihat fenomena tersebut saya gemetar, ngeri sendiri, beginikah kualitas lulusan LP3I pekanbaru? Well, saya tidak ingin membahas soal ini lebih jauh, saya akan membahasnya di artikel lain. Saya berasumsi bahwa 60% siswa IK akan mengikuti sidang susulan *dengan sebelumnya membayar denda*, tapi tidak, kenapa? Begini ceritanya. Sewaktu saya berada di kampus, saya menerima informasi dari salah seorang yang bisa dipercaya *nama dirahasiakan lagi*. Sidang dimulai tanggal 25 Juli 2005, dan waktu pengumpulannya dua hari sebelum itu. Trus buat apa mereka ngasih dead line dua minggu sebelumnya? Jadwal baru dibuat? Ternyata tidak, jadwal tersebut sudah ditetapkan satu atau dua bulan sebelumnya. WHAT? Rupanya ada pihak yg bermain-main dengan TA siswa ini. Ada yg menjalankan skenario untuk membohongi siswa. Masalah? Buat saya Ya.!!! Saya melihat beberapa kemungkinan alasan dijalankannya skenario tersebut, antara lain: Agar siswa berusaha mati2an menyelesaikan tugas akhirnya, dengan diberikan dead line yg lebih dekat diharapkan siswa dapat menyelesaikan tugas tersebut lebih cepat dari dead line aslinya. Di asumsikan siswa tidak akan dapat menyelesaikan TA pada waktunya jika diberikan dead line yg asli kepada mereka dari awal. Denda uang tersebut sebagai fear factor, agar menjadi motivasi siswa2 yg kurang mampu untuk dapat menyelesaikan TA lebih cepat.
Apapun tujuan diatas, semuanya jelas2 tidak memihak siswa, jelas2 tujuannya hanya untuk kemudahan atau keringanan pekerjaan manajemen. Dan sangat tidak mendidik. Dan ternyata informasi yg saya dapat benar, dead line pun terus mundur dari hari ke hari, hingga pada tanggal 21 diumumkan bahwa bagi yg tidak dapat mengumpulkan TA hingga siang hari ini akan dikenakan denda (lagi) dan hanya boleh mengikuti sidang susulan *gak heran* Skenario tersebut mungkin saja berhasil menurut sudut pandang mereka. Semua siswa telah selesai mengerjakan TA mereka, dan dikumpulkan. Jadwal sidang tepat seperti yg mereka prediksikan, manajemen mereka berhasil kali ini *heran kok mereka bisa mengerjakan hal2 seperti ini dengan sangat baik* Tapi menurut saya ini (sekali lagi) tidak mendidik, dan memberikan efek yg sangat buruk bagi mereka (siswa). Mereka menjadi tidak menghargai dead line suatu pekerjaan, atau mereka menjadi orang yg sangat tergantung akan dead line. Bisa jadi mereka di masa depan akan meniru tindakan yg tidak profesional tersebut, sementara katanya LP3I mencetak profesional muda, bagaimana bisa jika didalam lingkungan LP3I sendiri kata profesional itu sendiri sangat langka *mungkin lebih langka dari spesies harimau sumatra yg hampir punah* Kali ini tulisan saya tidak akan di akhiri dengan kritik dan saran, tujuan penulisan artikel ini bukan itu, saya sudah tidak mengharapkan perubahan apa2 lagi dari kampus ini. Cukuplah pengalaman dua tahun disini memberikan saya pengertian tentang apa yg harus saya TIDAK lakukan dan perbuat di masa depan nanti, AMIN.

Tuesday, July 05, 2005
Anda tau sodara2? tentu tidak, karena saya belon cerita. Gini lho nduk....... ............. ........... ......... MANA...??? ooohh..maaf..maaf, saya sedang konsentrasi mengkronologiskan cerita yang akan saya sampaikan. Mungkin anda2 semua tidak atau belum menyadari, tapi saya sudah. Ada bau2 aneh yang sudah mulai agak2 semerbak di kampus ini (apaan sih?). Maksudnya gini, kampus ini auranya (cuih..) alias suasananya udah gak sama lagi seperti dulu. Dan kalau anda beranggapan ini disebabkan oleh hadirnya cecunguk-cecunguk baru, anda salah, bukan itu penyebabnya. Penyebab pastinya saya juga tidak bisa menyebutkan dengan jelas, tapi yang pasti kampus biadab ini sudah semakin biadab. Berikut adalah fakta2 yang bisa saya uraikan : Terjadi banyak sekali perubahan yang NGACO terhadap tehnis Tugas Akhir untuk siswa senior (khususnya IK). Mulai dari perdebatan tentang ukuran kertas (yang akhirnya diselesaikan dengan idiotnya oleh Mr.Botsky dengan memutuskan untuk memakai standar tahun 1990, dan langsung di sebar luaskan tanpa dipikir dengan kepalanya yg tidak seberapa itu) sampai dengan perubahan jadwal pengumpulan Tugas Akhir (padahal dia sendiri manajernya) gak nanya2, gak mikir2 langsung maen tembak: TANGGAL 16, ini jelas2 memihak pada pembodohan public. Perpecahan diantara staff lp3i dan manajemen sendiri. Yang ini saya sudah mencium sejak lama, dan gak heran sama sekali. Tapi yang bikin gw geregetan adalah, yang punya kuasa paling besar adalah orang yang paling sedikit berfikir, yang punya kuasa lumayan besar adalah orang yang (indonesia banget) hobinya semena-mena, dan yang diberi kuasa paling sedikit sibuk menggosipi mereka2 yg diatasnya (kadang2 mendoakan semoga yg diatasnya itu tiba2 kena ledakan mendadak dari genset terkutuk itu). Pertikaian diantara mereka sudah pasti mengakibatkan tidak beresnya kerjaan mereka (walopun ada beberapa yg ttp fokus), dan akhirnya pelayanan mereka sama kita2 ini, yg sebenarnya punya kuasa paling tinggi, sangat lemah. Yang satu ini agak sensitif, jadi sebelumnya saya sangat memohon supaya anda2 yg membaca blog ini bisa berpikiran luas dan objektif. Yaitu, (duh deg2an nih) pemaksaan terhadap syariat. Mudah2an cuma gw aja yg ngerasainnya. Tapi ada indikasi yang sama seklai gw gak bisa mengerti. Beberapa oknum dengan jelas2 dan nyata2 memaksa beberapa siswa( termasuk gw) untuk melakukan hal tertentu (dan agak memaksa). Gw sendiri sadar kalo gw bukan termasuk orang yg bisa bangga akan prestasi agama gw, tapi gw juga gak setuju kalo prestasi agama dibangga2kan, bukannya itu ria? Gw gak habis pikir, justru oknum yang melakukan taskil itu (menurut pandangan gw) malah bukan tipe orang yg gw bisa kagumi akhlak dan ibadahnya, cuma saja *maaf* hobi itikaf (lebih tepatnya sih khuruj). Malah pernah gw saksikan dia memaksa siswa untuk itikaf dengan ancaman tidak akan mendapatkan sertifikat mentoring agama, dan ketika siswa tersebut berdalih bahwa dia tidak diizinkan oleh orang tua nya untuk itikaf, oknum itu malah berkata: "Bilang aja kamu Camping sama temen2 kampus, nanti saya bikinkan suratnya". Ya Allah.... Udah ah, ngomongin orang gak ada untungnya, malah gw yg makin berdosa. Lalu ada pemangkasan hak asasi siswa. Wah, yang ini pasti udah tau semua. Mulai dari hak siswa untuk mendapatkan informasi yang jelas, hak siswa untuk menagih janji (yang katanya gak ada bayaran siluman lagi, tapi malah disuruh bayar remedial class), hak siswa untuk memanfaatkan fasilitas kampus *termasuk printer dan internet yg katanya gratis 24 jam itu*. Buat anda2 yg malah gak nyadar kalo itu adalah hak kita, coba hitung2 deh biaya di lp3i, disitu ada biaya pemakaian internet kita (gw hitung rata2 siswa make 2jam internet sehari). Jadi kita BAYAR, gak gratis nona...tuan... Trus atu lagi nih, gw masih agak dongkol, itu gitar buat apa sih dibeli? kok malah disimpen di gudang, buat makanan tikus? Trus ada gerakan bawah tanah yang terpecah belah. Dasarnya mungkin sama dengan yg diatas, gak puas dengan keadaan pemenuhan hak mereka, tapi mereka ini kayaknya agak2 extrim, jadi agak2 gelap mata. Mereka sampai kurang bisa menempatkan diri, sampe2 mereka lupa sama tujuan perjuangan mereka yaitu mengubah keadaan menjadi lebih baik. Kan harusnya begitu, bukan malah bikin perang di kampus sendiri.
Kalo melihat situasi yg terjadi saat ini, gw jadi sedih. Disaat gw malah udah mau lulus kok baru kepikiran untuk berbuat sesuatu. Gw pikir, untuk ngatasin situasi ini perlu adanya dialog antara semua elemen (duh gayanya DPR/MPR bgt). Tapi gak cuma sekedar diskusi, ngeluarin uneg2 trus udah, gak ada follow up, ato malah berantem. Gw rasa semuanya harus sadar lagi dengan tujuan utama LEMBAGA PENDIDIKAN ini. Kita sebagai siswa harus sadar kalo kita disini untuk dididik. Pihak LP3I pun harus sadar kalo ini lembaga pendidikan, bukan pesantren, bukan toko tempat jualan, bukan jasa rentenir bukan juga tempat Jasa PJTKI yg sering ngibulin calon TKI dan ngumpulin duitnya doang. TUL GAK...??? Please leave some comment, or mail me at linoxs@gmail.com

|
|